Selasa, 02 Oktober 2012

2 tugas penelitian pengemis di Daerah Jember


Jangan Lupa Tinggalkan Komentar Kalian Ya...!!!

BAB III
METODOLOGI

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan yang kita lakukan adalah pendekatan dengan menggunakan metode observasi, langsung terhadap obyek terkait yaitu pengemis dan pengamatan lokasi terjadinya yaitu di kampus UNEJ dan di Daerah Kumitir perbatasan Jember dengan Banyuwangi serta dengan metode kajian pustaka. Wawancara juga dilakukan dengan target narasumber baik pengemis maupun warga UNEJ.

B. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti saat dilakukan pengamatan lokasi dan wawancara adalah 100 %. Selanjutnya peneliti melakukan tugas masing-masing sesuai proposal yang telah dibuat, sebagai contoh ada yang bertugas untuk mengkaji kajian dari segi pustaka, lalu dalam penulisan semua bahan yang telah terkumpul dirumuskan secara bersama-sama sehingga tersusunlah laporan ini.

C. Lokasi Penelitian
Ø  Di Daerah Kumitir perbatasan Jember dengan Banyuwangi.
Ø  Lokasi penelitian meliputi kampus UNEJ, diantaranya:
1.      Fakultas Sosial dan Politik (FISIP).
2.      Fakultas Hukum
3.      Fakultas Sastra
4.      Didaerah sekitar Kampus Unej

D. Waktu Penelitian
Ø  Proses observasi di Kumitir dilakukan mulai tanggal sampai 28 September sampai 30 September 2012.
Ø  Proses observasi di Kampus dilakukan mulai tanggal sampai 28 September sampai 30 September 2012.
Ø  Proses wawancara dilakukan tanggal 02 Oktober 2012.
E. Produk yang Dihasilkan
Produk yang dihasilkan dalam penelitian kali ini adalah solusi penanggulangan pengemis di Kumitir dan UNEJ yang diharapkan dapat diwujudkan.



Ø  Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat diungkapkan rumusan masalah penelitian tentang pengemis kali ini, yaitu:
1.      Apa itu pengemis ?
2.      Mengapa mereka mengemis ?
3.      Bagaimana seluk beluk pengemis yang beroperasi di sekitar kampus UNEJ dan didaerah Jember sendiri ?
4.      Bagaimana tanggapan mahasiswa mengenai pengemis didaerah Jember ?

Ø  Tujuan Penelitian
1.      Mengetahui status organisasi pengemis yang ada di Jember.
2.      Mengetahui anggota orgamisasi pengemis yang ada di Jember.
3.      Mengetahui sistem manajemen organisasi pengemis yang ada di Daerah Jember.
4.      Mengetahui kegiatan apa saja yng dilakukan pengemis di Jember.
5.      Mengetahui wilayah kerja pengemis yang ada di Jember.

Ø  Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah tercapainya tujuan penelitian sehingga hasil penelitian dapat dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pihak-pihak yang terkait untuk menciptakan kampus UNY yang bersih dari pengemis.

1.      Sebagai bahan untuk menambah wawasan dan pengetahuan Kita untuk seputar kondisi dan fenomena sosial yang terjadi di Daerah Jember.
2.      Sebagai bahan kajian lebih lanjut dalam pengembangan penelitian selanjutnya.

A.    Pengertian Pengemis.
Pengemis adalah orang-orang yang mendapatkan penghasilan dengan meminta-minta di muka umum dengan berbagai cara dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Seharusnya pengemis adalah orang yang benar-benar dalam kesulitan dan mendesak karena tidak ada bantuan dari lingkungan sekitar dan dia tidak punya suatu keahlian yang memadai, bukan karena malas untuk mencari mata pencaharian layak lain. Merupakan masalah dari berbagai aspek, seperti politik, sosial, dan ekonomi. Tergantung dari kacamata mana kita memandangnya.Banyak alasan yang mendasari seseorang atau sekelompok orang terjun menjadi pengemis.
Pertama, karena secara lahir mereka cacat dan tidak memiliki kemampuan untuk bekerja, pun tak ada yang menangung biaya hidupnya. Mereka memperlihatkan kecacatannya untuk mengundang belas kasih orang lain. Kedua, karena tidak mampu untuk membayar biaya sekolah. Ketiga, karena terpaksa. Entah terpaksa oleh keadaan atau dikoordinir oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Masih ada banyak alasan lain yang membuat seseorang mengemis dijalanan, dengan metoda mengemis yang lebih variatif  tentunya. Bila ditinjau lebih dalam, akar permasalahan fenomena ini hanya satu: kemiskinan. Entah itu miskin materi, pendidikan, atau miskin usaha.

B.     Sebab-sebab Seseorang Menjadi Pengemis.
·         Tidak memiliki keahlian khusus untuk bekerja.
·         Keadaan ekonomi yang semakin sulit.
·         Kebutuhan hidup yang semakin banyak.
·         Sudah tidak mempunyai keluarga yang mendampinginya.
·         Rasa malas untuk bekerja.
·         Benar-benar dijadikan profesi yang tentunya lebih menjanjikan.
·         Urbanisasi yang semakin banyak tanpa diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja.

C.     Hal-hal yang Terkait dengan Pengemis di Daerah Jember.

1.      Status Organisasi
Menyoroti tentang keberadaan pengemis-pengemis yang ada di Jember, mereka adalah suatu kelompok pengemis yang tidak memiliki organisasi tertentu yang menunjukkan bahwa mereka merupakan sebuah kesatuan. Akan tetapi tanpa suatu organisasi, suatu kesatuan itu dapat kita lihat secara tidak langsung dari cara mereka yang selalu bekerjasama, saling memberi kabar tentang suatu tempat yang ramai, saling toleransi, dan saling membantu.
2.      Anggota
Dari beberapa pengemis yang ada di Jalan Kumitir seperti Pak Wahid mengaku telah mengetahui antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dibuktikan dengan cerita Pak Wahid yang mengaku pernah berbincang-bincang dengan temannya terkait dengan keberadaan yang luamayan jauh dari tempat ke tempat lainnya . Namun secara lebih mendalam mereka tidak mengenal secara lebih, seperti nama, alamat atau asal, keadaan keluarga, dan lain-lain.
3.      Sistem Menejemen
Dalam kelompok ini, memang tidak ada struktur organisasi yang jelas, seperti ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota yang lain. Bahkan dalam menjalankan profesinya, mereka tetap tertib dan teratur meskipun tidak ada aturan-aturan yang tertulis. Aturan-aturan tersebut berdasarkan kesepakatan berasama tanpa adanya suatu musyawarah atau perjanjian khusus.
4.      Kegiatan
Kegiatan utama pengemis di Gunung Kumitir perbatasan Daerah Jember dengan Daerah Banyuwangi yaitu meminta-minta kepada Masyarakat yang lewat di tempat itu. Mereka beoperasi ada yang mulai pukul 09.00 WIB ke atas sampai sore dan selanjutnya pukul 17.00 WIB smapai beroperasi hingga pagi hari. Mereka dominan beroperasi dari hari Jumat - Minggu, sedangkan hari Senin – Kamis lebih sedikit. Dan ada juga yang mengemis di Daerah kampus juga. Untuk selanjutnya ada pula pengemis musiman, yaitu pengemis yang sengaja datang ke wilayah kampus disaat-saat wilayah kampus dalam keadaan lebih ramai, contohnya saat penerimaan mahasiswa baru dan acara-acara tertentu yang digelar di Kampus.
5.      Wilayah Kerja
Tempat-tempat yang biasa digunakan oleh pengemis untuk sepengetahuan saya dalam penelitian yakni di Jalan Kumitir perbatasan Daerah Jember dengan Daerah Banyuwangi dan pula di kampus UNEJ adalah di setiap daerah yang ramai dengan mahasiswa maupun warga lain. Tempa-tempat tersebut meliputi:
a)      Di Jalan Jawa, Kalimatan atau di sekitar Kampus Unej
b)      Di Halaman Fakultas Sosial dan Politik (FISIP)
c)      Di Halaman Fakultas Hukum.
d)     Di Halaman Parkir Fakultas Sastra

6.      Produk
Uang pendapatan para pengemis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan penunjang kehidupan keluarga. Walaupun pekerjaan pengemis bukan pekerjaan pokok, mereka tetap membutuhkan pekerjaan ini.
D.    anggapan Warga Daerah Jember dan Mahasiswa terhadap Keberadaan Pengemis.
Kebanyakan warga Jember tidak setuju dengan keberadaan pengemis, terutama untuk Mahasiswa yang beraktifitas belajar mengajar pengemis yang berada di sekitar kampus karena menurut mereka keberadaan pengemis di sekitar kampus sangat mengganggu kenyamanan. Selain itu, menurut mereka terkadang ada pengemis tidak menghargai pemberian orang lain dan memanfaatkan anak kecil untuk mencari belas kasihan. Tapi di lain pihak, banyak di antara mereka yang tetap memberikan uang karena mereka merasa kasihan terhadap pengemis tersebut. Banyak pula pegawai dan satpam yang tidak melarang masuknya pengemis ke kampus, bahkan mereka juga ikut memberikan uang kepada pengemis tersebut.


E.     Saran Penanggulangan Pengemis di Daerah Kumitir dan di Daerah Kampus Unej.
Menanggapi masalah pengemis sebaiknya pemerintah mengadakan survai tentang semua indikator yang membuat mereka mengemis. Setelah indikator tersebut sudah diketahui barulah pemerintah menentukan kebijakan sesuai dengan indikator di daerah tertentu. Jadi kebijakannya tidak disamaratakan antara daerah satu dengan daerah yang lain, karena indikatornya belum tentu sama. Pemerintah sebaiknya memberikan bimbingan atau pendidikan tentang keterampilan, dan memberikan bekal berwirausaha. Dengan begitu mereka mempunyai usaha yang tidak akan habis dan akan terus berlanjut dalam memenuhi kabutuhan dari pada hanya bantuan bahan pokok yang langsung habis tetapi tidak menghasilkan.
Setelah kami melakukan penelitian terhadap kehidupan pengemis, kami mengajukan beberapa rumusan solusi penanggulangan terhadap masalah pengemis, di antaranya :
1)      Memperbanyak sarana sosialisasi pelarangan pemberian sedekah kepada pengemis, seperti pemasangan plakat, poster, selebaran, stiker, ruang-ruang diskusi lansung maupun internet dan media komunikasi lain.
2)      Memberikan sosialisasi kepada warga Unej agar tidak memperbolehkan pengemis masuk ke area kampus dan tidak memberikan uang kepada pengemis. Sosialisasi langsung diharapkan dapat mendukung sarana informasi yang telah dibuat, sehingga pesan pelarangan pemberian sedekah keada pengemis benar-benar mengena pada warga UNEJ.
3)      Pelaksanaan aturan yang telah dibuat oleh pihak yang berwenang kepada semua warga UNEJ secara nyata..
4)      Pemda diharapkan memberikan sarana pelatihan ketrampilan khusus kepada pengemis agar Mempunyai bekal dalam mencari pekerjaan layak yang lain selain menjadi pengemis.
5)      Pemberian bantuan modal pada rakyat kecil oleh pemerintah, agar masyarakat dapat mendirikan usaha sendiri.
6)       Peraturan pemerintah mengenai adanya pelarangan pengemis dan pengamen dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
7)      Penambahan perhatian pemerintah terhadap para lansia yang sudah tidak mempunyai keluarga, seperti penambahan jumlah panti jompo.
8)      Pengoptimalisasian fungsi badan amal agar dana bantuan untuk orang yang kurang mampu seperti pengemis dapat tersalurkan. Jangan seseorang beramal kepada orang yang salah.

2 komentar:

diklucu.blogspot.com mengatakan...

ijin copy yea bost
N slhkan kunjungi kmbli

jaeleymaceachern mengatakan...

Top 100 Casinos in San Diego, CA - Mapyro
› San-Diego-Ca-sandiego 창원 출장안마 › San-Diego-Ca-sandiego 목포 출장안마 See what your friends are saying about 의왕 출장안마 Casinos in San 과천 출장마사지 Diego. By creating an account you are able to follow friends and experts you trust and 충청북도 출장마사지 see the places

Posting Komentar