BAB III
METODOLOGI
A. Pendekatan dan Jenis
Penelitian
Pendekatan yang kita
lakukan adalah pendekatan dengan menggunakan metode observasi, langsung
terhadap obyek terkait yaitu pengemis dan pengamatan lokasi terjadinya yaitu di
kampus UNEJ dan di Daerah Kumitir perbatasan Jember dengan Banyuwangi serta
dengan metode kajian pustaka. Wawancara juga dilakukan dengan target narasumber
baik pengemis maupun warga UNEJ.
B. Kehadiran Peneliti
Kehadiran peneliti saat
dilakukan pengamatan lokasi dan wawancara adalah 100 %. Selanjutnya peneliti
melakukan tugas masing-masing sesuai proposal yang telah dibuat, sebagai contoh
ada yang bertugas untuk mengkaji kajian dari segi pustaka, lalu dalam penulisan
semua bahan yang telah terkumpul dirumuskan secara bersama-sama sehingga
tersusunlah laporan ini.
C. Lokasi Penelitian
Ø Di
Daerah Kumitir perbatasan Jember dengan Banyuwangi.
Ø Lokasi
penelitian meliputi kampus UNEJ, diantaranya:
1. Fakultas
Sosial dan Politik (FISIP).
2. Fakultas
Hukum
3. Fakultas
Sastra
4. Didaerah
sekitar Kampus Unej
D. Waktu Penelitian
Ø Proses
observasi di Kumitir dilakukan mulai tanggal sampai 28 September sampai 30 September
2012.
Ø Proses
observasi di Kampus dilakukan mulai tanggal sampai 28 September sampai 30
September 2012.
Ø Proses
wawancara dilakukan tanggal 02 Oktober 2012.
E. Produk yang
Dihasilkan
Produk yang dihasilkan
dalam penelitian kali ini adalah solusi penanggulangan pengemis di Kumitir dan
UNEJ yang diharapkan dapat diwujudkan.
Ø Rumusan
Masalah
Dari latar belakang di atas, dapat
diungkapkan rumusan masalah penelitian tentang pengemis kali ini, yaitu:
1. Apa
itu pengemis ?
2. Mengapa
mereka mengemis ?
3. Bagaimana
seluk beluk pengemis yang beroperasi di sekitar kampus UNEJ dan didaerah Jember
sendiri ?
4. Bagaimana
tanggapan mahasiswa mengenai pengemis didaerah Jember ?
Ø Tujuan
Penelitian
1. Mengetahui
status organisasi pengemis yang ada di Jember.
2. Mengetahui
anggota orgamisasi pengemis yang ada di Jember.
3. Mengetahui
sistem manajemen organisasi pengemis yang ada di Daerah Jember.
4. Mengetahui
kegiatan apa saja yng dilakukan pengemis di Jember.
5. Mengetahui
wilayah kerja pengemis yang ada di Jember.
Ø Manfaat
Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian
ini adalah tercapainya tujuan penelitian sehingga hasil penelitian dapat
dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pihak-pihak yang terkait
untuk menciptakan kampus UNY yang bersih dari pengemis.
1. Sebagai
bahan untuk menambah wawasan dan pengetahuan Kita untuk seputar kondisi dan
fenomena sosial yang terjadi di Daerah Jember.
2. Sebagai
bahan kajian lebih lanjut dalam pengembangan penelitian selanjutnya.
A. Pengertian
Pengemis.
Pengemis adalah orang-orang yang
mendapatkan penghasilan dengan meminta-minta di muka umum dengan berbagai cara
dan alasan untuk mengharapkan belas kasihan dari orang lain. Seharusnya pengemis
adalah orang yang benar-benar dalam kesulitan dan mendesak karena tidak ada
bantuan dari lingkungan sekitar dan dia tidak punya suatu keahlian yang
memadai, bukan karena malas untuk mencari mata pencaharian layak lain. Merupakan
masalah dari berbagai aspek, seperti politik, sosial, dan ekonomi. Tergantung
dari kacamata mana kita memandangnya.Banyak alasan yang mendasari seseorang
atau sekelompok orang terjun menjadi pengemis.
Pertama, karena secara lahir mereka
cacat dan tidak memiliki kemampuan untuk bekerja, pun tak ada yang menangung
biaya hidupnya. Mereka memperlihatkan kecacatannya untuk mengundang belas kasih
orang lain. Kedua, karena tidak mampu untuk membayar biaya sekolah. Ketiga,
karena terpaksa. Entah terpaksa oleh keadaan atau dikoordinir oleh pihak-pihak
yang tidak bertanggungjawab. Masih ada banyak alasan lain yang membuat
seseorang mengemis dijalanan, dengan metoda mengemis yang lebih variatif tentunya. Bila ditinjau lebih dalam, akar
permasalahan fenomena ini hanya satu: kemiskinan. Entah itu miskin materi,
pendidikan, atau miskin usaha.
B. Sebab-sebab
Seseorang Menjadi Pengemis.
·
Tidak memiliki keahlian khusus untuk
bekerja.
·
Keadaan ekonomi yang semakin sulit.
·
Kebutuhan hidup yang semakin banyak.
·
Sudah tidak mempunyai keluarga yang
mendampinginya.
·
Rasa malas untuk bekerja.
·
Benar-benar dijadikan profesi yang
tentunya lebih menjanjikan.
·
Urbanisasi yang semakin banyak tanpa
diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja.
C. Hal-hal
yang Terkait dengan Pengemis di Daerah Jember.
1.
Status Organisasi
Menyoroti tentang
keberadaan pengemis-pengemis yang ada di Jember, mereka adalah suatu kelompok
pengemis yang tidak memiliki organisasi tertentu yang menunjukkan bahwa mereka
merupakan sebuah kesatuan. Akan tetapi tanpa suatu organisasi, suatu kesatuan
itu dapat kita lihat secara tidak langsung dari cara mereka yang selalu
bekerjasama, saling memberi kabar tentang suatu tempat yang ramai, saling
toleransi, dan saling membantu.
2.
Anggota
Dari beberapa pengemis
yang ada di Jalan Kumitir seperti Pak Wahid mengaku telah mengetahui antara
yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dibuktikan dengan cerita Pak Wahid yang
mengaku pernah berbincang-bincang dengan temannya terkait dengan keberadaan
yang luamayan jauh dari tempat ke tempat lainnya . Namun secara lebih mendalam
mereka tidak mengenal secara lebih, seperti nama, alamat atau asal, keadaan
keluarga, dan lain-lain.
3.
Sistem Menejemen
Dalam kelompok ini,
memang tidak ada struktur organisasi yang jelas, seperti ketua, sekretaris,
bendahara, dan anggota yang lain. Bahkan dalam menjalankan profesinya, mereka
tetap tertib dan teratur meskipun tidak ada aturan-aturan yang tertulis.
Aturan-aturan tersebut berdasarkan kesepakatan berasama tanpa adanya suatu
musyawarah atau perjanjian khusus.
4.
Kegiatan
Kegiatan utama pengemis
di Gunung Kumitir perbatasan Daerah Jember dengan Daerah Banyuwangi yaitu
meminta-minta kepada Masyarakat yang lewat di tempat itu. Mereka beoperasi ada
yang mulai pukul 09.00 WIB ke atas sampai sore dan selanjutnya pukul 17.00 WIB smapai
beroperasi hingga pagi hari. Mereka dominan beroperasi dari hari Jumat -
Minggu, sedangkan hari Senin – Kamis lebih sedikit. Dan ada juga yang mengemis
di Daerah kampus juga. Untuk selanjutnya ada pula pengemis musiman, yaitu
pengemis yang sengaja datang ke wilayah kampus disaat-saat wilayah kampus dalam
keadaan lebih ramai, contohnya saat penerimaan mahasiswa baru dan acara-acara
tertentu yang digelar di Kampus.
5.
Wilayah Kerja
Tempat-tempat yang
biasa digunakan oleh pengemis untuk sepengetahuan saya dalam penelitian yakni
di Jalan Kumitir perbatasan Daerah Jember dengan Daerah Banyuwangi dan pula di
kampus UNEJ adalah di setiap daerah yang ramai dengan mahasiswa maupun warga
lain. Tempa-tempat tersebut meliputi:
a)
Di Jalan Jawa, Kalimatan atau di sekitar
Kampus Unej
b)
Di Halaman Fakultas Sosial dan Politik
(FISIP)
c)
Di Halaman Fakultas Hukum.
d)
Di Halaman Parkir Fakultas Sastra
6.
Produk
Uang pendapatan para
pengemis digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan penunjang kehidupan
keluarga. Walaupun pekerjaan pengemis bukan pekerjaan pokok, mereka tetap
membutuhkan pekerjaan ini.
D. anggapan
Warga Daerah Jember dan Mahasiswa terhadap Keberadaan Pengemis.
Kebanyakan warga Jember
tidak setuju dengan keberadaan pengemis, terutama untuk Mahasiswa yang
beraktifitas belajar mengajar pengemis yang berada di sekitar kampus karena
menurut mereka keberadaan pengemis di sekitar kampus sangat mengganggu
kenyamanan. Selain itu, menurut mereka terkadang ada pengemis tidak menghargai
pemberian orang lain dan memanfaatkan anak kecil untuk mencari belas kasihan.
Tapi di lain pihak, banyak di antara mereka yang tetap memberikan uang karena
mereka merasa kasihan terhadap pengemis tersebut. Banyak pula pegawai dan
satpam yang tidak melarang masuknya pengemis ke kampus, bahkan mereka juga ikut
memberikan uang kepada pengemis tersebut.
E. Saran
Penanggulangan Pengemis di Daerah Kumitir dan di Daerah Kampus Unej.
Menanggapi
masalah pengemis sebaiknya pemerintah mengadakan survai tentang semua indikator
yang membuat mereka mengemis. Setelah indikator tersebut sudah diketahui
barulah pemerintah menentukan kebijakan sesuai dengan indikator di daerah
tertentu. Jadi kebijakannya tidak disamaratakan antara daerah satu dengan
daerah yang lain, karena indikatornya belum tentu sama. Pemerintah sebaiknya
memberikan bimbingan atau pendidikan tentang keterampilan, dan memberikan bekal
berwirausaha. Dengan begitu mereka mempunyai usaha yang tidak akan habis dan
akan terus berlanjut dalam memenuhi kabutuhan dari pada hanya bantuan bahan
pokok yang langsung habis tetapi tidak menghasilkan.
Setelah
kami melakukan penelitian terhadap kehidupan pengemis, kami mengajukan beberapa
rumusan solusi penanggulangan terhadap masalah pengemis, di antaranya :
1) Memperbanyak
sarana sosialisasi pelarangan pemberian sedekah kepada pengemis, seperti pemasangan
plakat, poster, selebaran, stiker, ruang-ruang diskusi lansung maupun internet
dan media komunikasi lain.
2) Memberikan
sosialisasi kepada warga Unej agar tidak memperbolehkan pengemis masuk ke area
kampus dan tidak memberikan uang kepada pengemis. Sosialisasi langsung
diharapkan dapat mendukung sarana informasi yang telah dibuat, sehingga pesan
pelarangan pemberian sedekah keada pengemis benar-benar mengena pada warga UNEJ.
3) Pelaksanaan
aturan yang telah dibuat oleh pihak yang berwenang kepada semua warga UNEJ secara
nyata..
4) Pemda
diharapkan memberikan sarana pelatihan ketrampilan khusus kepada pengemis agar Mempunyai
bekal dalam mencari pekerjaan layak yang lain selain menjadi pengemis.
5) Pemberian
bantuan modal pada rakyat kecil oleh pemerintah, agar masyarakat dapat
mendirikan usaha sendiri.
6) Peraturan pemerintah mengenai adanya
pelarangan pengemis dan pengamen dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
7) Penambahan
perhatian pemerintah terhadap para lansia yang sudah tidak mempunyai keluarga,
seperti penambahan jumlah panti jompo.
8) Pengoptimalisasian
fungsi badan amal agar dana bantuan untuk orang yang kurang mampu seperti
pengemis dapat tersalurkan. Jangan seseorang beramal kepada orang yang salah.



2 komentar:
ijin copy yea bost
N slhkan kunjungi kmbli
Top 100 Casinos in San Diego, CA - Mapyro
› San-Diego-Ca-sandiego 창원 출장안마 › San-Diego-Ca-sandiego 목포 출장안마 See what your friends are saying about 의왕 출장안마 Casinos in San 과천 출장마사지 Diego. By creating an account you are able to follow friends and experts you trust and 충청북도 출장마사지 see the places
Posting Komentar